Monday, 29 September 2014

#KonserGajahTULUS Bandung !

25 September 2014
For the first time in forever ~
This is my first time I watch a LIVE CONCERT .
Ini adalah konser pertama yang membuatku teriak, nyanyi, jump, enjoy music dan gaada yang protes karena semua orang juga begitu , berikut adalah teriakan aku: "wuuu!" *nada kagum* [kalau dia udah selesai nyany] dan "jinjayooo!!" [pas dia jalan ke arah tempat aku berdiri dan memberikan kiss bye itu] HA HA HA XD//
Ini adalah konser pertama yang membuatku lupa kalau aku lagi sakit.
Ini adalah konser pertama yang membuatku terpesona lihat semuanyaaaaaa!! lightingnya, musiknya, penontonnya, tempatnya, dan Tulus-nya!
Kalau kata orang-orang, pecah banget, deh!
Kalau kata aku, AWESOME ABISS !!
Aku norak? mungkin. tapi aku tidak peduli karena aku senang dengan segala ke-norak-an ku saat itu:D
Jadi, pulang kerja aku langsung caw ke SABUGA a.k.a Sasana Budaya Ganesha. Lagi, ini adalah pertama kalinya aku ke Sabuga dengan mengandalkan papan penunjuk jalan dan nanya-nanya ke orang disekitar.Wah, banyak banget hal baru yang aku lakukan hari ini ! yeaa ! Iya, aku jadi nggak kuliah hari ini. Sebenarnya pilihan antara kuliah atau nonton Konser Gajah Tulus itu bukan pilihan yang sulit karena nggak perlu berpikir lama, kurang dari 60 detik aku memutuskan untuk mengorbankan jam kuliahku [sekali-kali] hehehe . #mohonmaaflahirbatin
aku lihat di twitter, open gate-nya jam 18.00 .berhubung tiket aku ada di tante sama om yang masih on the way dari Bekasi, aku jadi nunggu mereka di luar. [jadi aku ikutan pre-order tiket sama tante sama om dan tiketnya dikirim ke rumah tante di Bekasi]
Aku terpesona lihat tulisan dan bangunan Sasana Budaya Ganesa sore itu. Bagus, ya!
















Udah rame aja orang-orang yang [sepertinya] mau pada nonton konser itu. Banyak juga Bapak-Bapak yang jalan-jalan bolak-balik nawarin tiket. "Tiket lebih, tiket lebih." gitu kalau ga salah. Aku juga ditawarin, ya aku bilang aja "Udah ada, Pak." gitu.
Makin lama makin banyak orang-orang yang datang. ada yang datang berdua, datang ramai-ramai sama teman-temannya, pokoknya banyak! dan tante viki belum datang juga. fufufu aku jadi duduk aja sendiri di trotoar sambil main gadget. nggak main sih cuma dipegang aja biar kaya lagi chatting atau sibuk atau kaya lagi nunggu orang wkwk. ya daripada kelihatannya luntang-lantung sendiri? hehe.
langit pun semakin gelap antrian masuk sudah semakin panjang. sampai parkiran dong -__-
akhirnya tante viki nelepon, bilang ada di indomaret. [indomaret berjalaan gitu] dan kesendirianku pun berakhir yeahhahahaha. aku akhirnya bertemu om dan tante viki sama kakaknya tante viki juga. kakaknya tante viki enak banget dapet tiket invitation karena dia kerja jadi EO jadi sering dapet tiket invitation. hwaaa jadi pengenn!!. so, singkatnya kita juga antri deh buat masuk ke sabuga ^^
tante vikina dan om anton. so sweet yaaaa :'D

antrinya lumayan lama tapi asik sih. sudah terdengar sayup-sayup lagu Tulus diputar. "Sekiranya punya tujuh puluh tahun ..." duh makin kerasa dong suasana konsernyaaaa. ya baru lagunya aja. orangnya sih belum ada.
aku berdiri di belakang sekelompok anak muda yang aku yakin mereka anak kuliahan. mereka terlihat senang banget. mereka ngobrol, foto-foto, ketawa-ketawa. aku merhatiin aja sambil mikir kenapa aku nggak punya teman yang bisa diajak kaya gitu? saat ini. dan pokoknya asik aja lihatnya. Bareng-bareng gitu sama teman-teman. aku jadi kangen FDNR. bersama FDNR itu membuatku merasa asik saat bersama-sama. Pasti bakal seru banget kalau hang out atau nonton konser kaya gini sama mereka. lepas banget :D
Terus ketika aku lihat sudut lain, aku lihat couple. ah, mereka so sweet aja. aku jadi mikir pasti menyenangkan rasanya nonton konser kesukaan kita sama orang yang kita sukai. masih ngarep tiba-tiba ketemu dia accidentally? sekilas ngarep sih iya. tapi aku tahu itu tak mungkin sungguh tak mungkin oh tak mungkinkan [?]  wkwk mulai deh ah lu mah sa. skip that.
tiket pun disobek petugas dan tanganku dicap invisible gitu. wow. [lagi-lagi norak] sebelum masuk ruangan aku foto-foto dulu sama "Tulus" heheh.

Tante bilang [bukan tante yang nonton sama aku, ya. ini tante beda lagi. hehe]  , aku coba mampir ke kedai naomi, teman tante mau ngasih aku oreo goreng. eh, ternyata di dalam ada kedai naomi itu. aku takut salah makanya aku lihat2 dari jauh sampai akhirnya ibu- penjaga stand pake bahasa dari jauh nanya "sasa, ya?" aku refleks senyum dan ngangguk . lalu dia melambaikan tangannya biar aku nyamperin dia. terus dengan sksd aku akhirnya ngobrol dan dikasih oreo goreng gratis !!! oreo goreng hahah kreatif banget. oreo goreng itu, oreo digoreng pake tepung roti. enakkk hangat ! :D
terima kasih teman tante :D
nah, kalian yang mau coba oreo goreng, datang aja ke kedai naomi ang ada di daerah dago di mana ya aku lupa. tapi, di event-event kedai naomi juga suka ada lohh ;)
yah, oreo gorengnya lupa nggak aku foto, nah jadi makin penasaran kan kaya apasih oreo goreng? :3
oh iya, nonton konser itu ternyata sama kaya nonton bioskop ya. nggak boleh ada makan atau minum. eh tapi di bioskop ada, ya. hehe. jadi, aku titip minumannya ke penjaga. dan pas masuk whoaaaaaa!! udah banyak banget orang yaampun aku pertama kali lihat orang sebanyak ini dalam satu ruangan!! eh, nggak deng ini mungkin yang kedua kalinya. yang pertama itu waktu aku ospek di UNJ itu orang banyak banget! haha. tapi beda, sih ini banyak banget dan semua gembira karena kita mau nonton TULUS !!!  :D

 Tulus belum juga keluar. mulai terdengar seruan "ngaret! ngaret! ngaret!" gitu. Emang ngaret, sih. ditulisnya jam 7.30 kan, ini sudah jam delapan lebih belum mulai juga. tapi so far aku nggak ikutikut teriak "ngaret-ngaret" gitu. aku terlalu asik melihat seisi gedung ini.
Lalu terdengar suara musik dung dung dung dung gitu. dan muncul lah Tulus entah dari mana dan seisi Sabuga pecahh!! jadi gini, ya, rasanya teriak-teriak di konser. gumamku. aku ga ikut teriak sih, cuma mencoba merasakan atmosfer-nya.
Lagu pertama adalah lagu Tulus yang berjudul Baru. aku nggak tahu lagu ini jadi aku diam aja. tapi orang yang di sebelah aku nyanyi-nyanyi gitu cuma dia nyanyi-diem-ngeliat aku-nyanyi lagi-lihat aku lagi. haha aneh banget dah XD
dan ternyata lagu Baru- Tulus ini enak juga ya .ini lagu Move on dan aku suka !
Tak perlu kau ajak aku bicara / Tak akan pernah ku mendengar-nya. Nikmaaatilaaaah kejutankuuu ~
Tulus bilang jantungnya berdetak sangat kencang sekali malam itu. sama donggg. hahaha. kalau aku sih lebih ke merinding karena semua penonton ikut nyanyi brsama-sama. aku gabisa bayangin rasanya jadi Tulus yang lagunya dinyannyikan banyak orang bersama-sama. pasti deg-degan banget sih ya.
wah, ini pertama kalinya aku lihat artis nyanyi langsung gitu di panggung. haha jadi gini, ya rasanya lihat langsung dari jauh lagi. secara tiket aku adalah festival jadi kita berdiri gitu. aku lihat yang tempat duduk VIP woo gila puas banget pasti itu mereka nontonnya. kalau aku harus jinjit-jinjit dan mencari celah dulu biar bisa lihat Tulus.
Ada saat di mana aku cape jinjit terus jadi aku memejamkan mataku saja dan mendengarkan suaranya. bagus banget. Tetap bagus. banget. kadang kita ga perlu mata buat merekam hal-hal kaya gini. tapi, ya tetep aja kan pengen lihat.. hehe
aku senang karena Tulus nggak pilih kasih. dia jalan kesana-sini buat nyapa penontonnya dan aku pikir aku beruntung karena [merasa] mendapat "kiss bye" dari Tulus pas dia nyanyi lagu Sepatu. Videonya udah aku share di berbagai socmed. yeaaa!! senangnyaaaa.
jadi gini, ya rasanya nonton konser. sekarang aku jadi mulai mengerti kenapa orang-orang suka menggunakan uangnya untuk membeli tiket nonton konser yang menurutku ya mahal. ternyata kepuasan kaya gini yang mereka dapat dari membeli tiket konser.
hmmm...
Tulus menyanyikan hampir berapa lagu, ya? lima belas lagu lebih kayaknya deh. asik abis parah parah parah !
dan dia sama sekali nggak lypsinc gilaa suaranyaaaa. banyak banget lagu yang nggak aku hapal karena aku memang bukan fans Tulus sih sebenarnya. tapi jadi nge-fans setelah nonton konsernya :D
lagu aliran jazz yang liriknya keren keren keren !
aku jadi kaya nonton konser sendiri gitu soalnya om sama tante kan.. heheh jadi aku kalau ada celah pasti maju, maju , maju gitu. dan tanpa sadar aku juga ikut nyanyi bareng ribuan penonton lain. dan ga peduli sama orang-orang karena mereka juga ga peduli sama yang lain. mereka larut dalam kebahagiaan menikmati musik jazz yang asik abis. Bass-nya ituloh!! aduh.

Kita kaya karaoke rame-rame bareng penyanyinya pula >,< wuwuwuwu
oh iya ada Hiroaki Kato juga loh . tau hiroaki kato? orang jepang yang nyiptain lirik senam iya iyalah. dia juga yang menerjemahkan novel laskar pelangi ke bahasa Jepang. dan di sabuga itu dia menyanyikan lagu Sepatu dengan bahasa Jepang dan wow ! aku jadi langsung inget sama Doraemon.
 kalian bisa lihat videonya di youtube. ketik aja "Konser Gajah Tulus" nanti ada, deh :)
Lagu terakhir yang dinyanyikan adalah lagu Jangan Cintai Aku Apa Adanya.  Setelah sebelumnya Tulus sempat bikin kaget karena pas selesai nyanyi agu apa gitu aku lupa, dia langsung dadah-dadah kaya mau udahan :( dan kita tuh kaya "yah kok udahan sih?" "serius udahan?"
terus mulai terdengar sayup-sayup suara penonton "we want more!" "we want more!" gitu. :)
 
pokoknya ini adalah Konser yang super awesome !
Terima kasih Tulus ! Selamat Ulang Tahun Bandung ! I Love You. 
Kapan-kapan nonton konser bareng, yuk? :)))

Monday, 8 September 2014

Sunday, 31 August 2014

SEPTEMBER


Bagiku, musim gugur bukanlah alasan mengapa  September terasa begitu indah. Tapi kamu.
Kedengaran geleuh, bukan? Aku tidak peduli.  Tertawalah.
Sama sepertimu, musim gugur terasa hangat di awal, namun akan semakin terasa dingin pada akhirnya. Kemudian menghilang bersama angin yang berganti dengan musim dingin.  
And If I could turn back my last September, I will.

Saturday, 30 August 2014

Dewasalah



Pernah, nggak? Ketika kamu mau cerita kepada temanmu via SMS, tiba-tiba temanmu bilang “Ceritanya besok aja, deh, ya. Aku cape.” (titik).
Entah kenapa aku merasa tidak enak membaca pesan seperti itu. Tapi aku mencoba untuk mengerti dan berpikir bahwa mungkin dia memang sedang sangat lelah dan terganggu (?).
Aku agak kecewa, sih. Bukan agak kali, ya, aku memang kecewa. Rasanya tuh kaya kita lagi super excited cerita  terus yang mendengar cerita kita ngaleos gitu aja. Lebih parahnya yang mendengarkan menanggapi ke-excited-an kita dengan ekspresi “ngomong apa sih lo.” – bye!
Kalau boleh memilih, lebih baik nggak usah balas dari pada harus seperti itu tapi mungkin maksudnya baik, memberitahu kalau dia sedang tidak bisa mendengarkan apalagi menanggapi cerita aku yang dari dulu itu-itu saja.Daripada membiarkanku menunggu balasannya yang jelas dia lagi not in a good mood. Aku tahu itu.
Aku pikir aku hanya sedang mood swing yang cepat kesal karena sesuatu yang nggak perlu aku kesali. “Ceritanya besok aja, deh, ya. Aku cape.” Aku membaca ulang SMS itu. Baiklah. Besok, ya.
Aku pernah bertanya pada seseorang,  “kalau kita mau cerita ke seseorang dan ternyata orang itu nggak bisa mendengarkan cerita kita, kesal nggak?” Lalu dia menjawab, “nggak perlu kesal. Kita sadar diri aja kan kita yang mau cerita, berarti kita yang butuh dia. Jadi dewasalah . cuma kalau besoknya dia lupa, itu baru jadi tanda tanya besar” jawaban ini benar-benar membuatku terdiam dan terkesima, um.. bukan, terpesona!  Jinjayooo >,<
Sadar diri dan dewasalah. Jadi, aku menunggu besok yang dijanjikan.  Itu sebuah janji, bukan? Janji dia akan mendengar ceritaku besok. Bukan? Oh.
Dan benar saja, keesokan harinya tidak ada tanda-tanda dia berminat menjadi pendengar (pembaca, maksudku.) ekspektasi sama realita emang suka ga sejalan. Ekspektasi aku dia bakal bertanya “Jadi, mau cerita apa kemarin?” atau “Jadi, gimana kemarin ceritanya?” atau apalah. Realitanya? krik.  Mungkin memang lupa. “Sebagai teman yang baik, kamu ingetin aja dia, mungkin dia lagi ada kesibukan yang sangat penting sampai lupa.”kata seseorang yang lagi-lagi membuatku berpikir kembali. Benar juga, mungkin dia sedang sangat sibuk.
Kita yang mau cerita, berarti kita yang butuh dia. Aku mencoba mengingat kata-kata itu. Aku juga mencoba mengingatkan dia tetapi caraku mungkin gajelas sehingga yang kudapat adalah balasan: “apaan?”  okay, dia benar-benar lupa. Aku rasa. Dewasalah.
Kau tahu,?terkadang orang tidak butuh nasehatmu, dia hanya butuh didengarkan. Itu saja. Sederhana, bukan? 
nggak perlu kesal. Kita sadar diri aja kan kita yang mau cerita, berarti kita yang butuh dia. Jadi dewasalah . cuma kalau besoknya dia lupa, itu baru jadi tanda tanya besar.
 

Friday, 22 August 2014

just kidding! what? you say all or your joke is .. JUST ??

Aku mungkin bukan tipe orang yang bisa SELALU diajak bercanda dan tipe orang kaya aku memang kebanyakan tidak begitu disukai oleh teman-temannya. "Ah, gak asik lo gitu aja marah" . "Gue kan cuma bercanda elahh serius aja sih lu cepet tua lo." kemudaian teman-teman mulai 'menjauhinya' karena merasa bercanda sama dia malah merusak suasana. TAPI ..

Dalam suatu candaan, ada kalanya orang yang diajak bercanda mencapai titik di mana ia sudah tidak bisa menganggap hal yang jadi bahan candaan adalah sesuatu yang lucu. 


Friday, 1 August 2014

Demo ..

  Tapi, aku tidak menyesali apapun. Aku bisa bertemu denganmu. Aku jatuh cinta denganmu. Jika nanti kita bertemu lagi, meski kesedihan akan selalu menungguku. Aku pasti akan .. jatuh cinta denganmu lagi.

Sunday, 6 July 2014

Kata Riani


Ternyata kata-kata Riani yang bilang "Nggak enak ya jadi cewe. Kalau cewe suka sama orang gabisa langsung bilang. Bisanya cuma nunggu doang." nggak selamanya gitu juga. Nggak selamanya kalau cewe suka sama orang gabisa langsung bilang. Kalau emang kita (cewek) suka dan ingin mengungkapkan, why not? Ngga ada salahnya membiarkan orang yg kita suka tahu tentang perasaan kita. Rasa suka itu nggak se-sempit yang dipikirkan. Lagi pula kata "aku suka kamu" nggak selalu berarti minta jadian kecuali dilanjutkan dengan pertanyaan "kamu mau ga jadi pacar aku?"
Dan kayaknya jarang ada perempuan yang berani nanya kaya gitu ke cowo yang dia sukai, termasuk aku.
Tante pernah bilang, kalau perempuan itu nggak boleh mulai duluan. "Ga ada dalam kamus tante cewe yang mulai negur atau nanya duluan itu nggak ada."
Kata teman dan beberapa kerabat, kalau cewek yang ngungkapin duluan itu sama aja menjatuhkan harga diri sendiri. Kesannya 'gampangan' kalau kata seorang temanku. Yang ada kita bakal dicap agresif sama dia. Bahkan lebih parahnya lagi, cowok itu bakal so jual mahal atau merasa dibutuhkan dan bisa mainin perasaan kamu perempuan yg ngungkapin duluan.
Tapi aku nggak tau kalau di dunia ini emang ada tipe cowok yang memendam dan ga mau to the point sama perasaannya jadi dia nggak berani ungkapin dan nunggu cewe yg dia suka ungkapin duluan. Emang ada? Yang kaya gitu?
Aku sendiri menganggap cowo/cewe mengungkapkan perasaan itu bukan hal yang harus dipermasalahkan. Walau emang pada dasarnya cewek itu berharap cowok-lah yang duluan ngomong. Kebanyakan perempuan berharap cowok itu bersikap kaya tokoh2 namja di drama korea, termasuk aku. Heheheh. Tapi ...so far kayaknya namja itu ga ada.
Kau tahu aku menyukai seseorang yang ngga usah disebut namanya juga kau akan tahu. Aku masih aja suka nyebut namanya, dengar lagunya, -kadang- mikirin dia.
Dan.. Aku suka sendiri.
Aku nggak tahu dia di mana, dia lagi sibuk apa, atau dia juga suka sama aku atau nggak (kecuali kalau aku stalk sendiri). Dulu aku masih berharap suatu hari dia bakal nge-chat. Tapi setelah aku nggak sengaja lihat update-an dia yang ternyata ganti foto sama cewek yang aku gatau siapa aku udah nggak berharap bisa chatting lagi.
Kadang aku lelah kaya gitu. Beberapa teman sudah berkali-kali nyuruh aku 'move on' karena buat apa suka sama orang yang nggak tertarik sama kita?
Aku pun udah niat lupain. Aku bahkan sempat salah move on segala. Salah move on itu kayak move on tapi cuma sesaat dan akhirnya kembali mengakui kata hati (ciee) kalau kamu masih suka sama dia.
Suatu malam aku bercerita tentang dia ke temanku. Yang pasti dia sudah bosan kalau aku sudah mulai ngetik namanya di sela-sela pembicaraan gajelas tapi bikin senyum kita.
Udah banyak teman aku yang aku yakin mereka bosan parah kalau aku udah ke dia lagi dia lagi. Makanya aku suka minta maaf dulu.hehe. Mungkin pembaca blog ini juga bosan banget bacanya, ya. Maaf, ya.
Temanku ini agak beda dari beberapa teman yang lain, dia menyarankan aku buat ngungkapin perasaan aku. Fyi, temanku ini cowok. Dulu, aku pernah sih ada niatan ngungkapin tapi kata-kata yg udah aku ketik itu selalu aku hapus lagi.
Terlalu banyak hal yang aku takutkan kalau aku beneran ungkapin.
Myfriend : jadi, mau kapan ngomongnya?
Aku : nggak akan ngomong.aku kan riani.. -krik- lagian dia mungkin udah punya pacar.
Myfriend : Bisa aja dia kaya gitu karena dia nggak tau perasaan kamu. Ya gak apa2 atuh. Mau bilang sekarang juga. Ya kalau mau nunggu sampe single. Ya ok.
Aku : tapi.. Bukannya kalau cewek yang bilang duluan bakal dinilai "ih apaan sih ini cewe. Gampang/murah amat"
Myfriend :  perasaan ngga dihitung harga
Jujur aku langsung -deg- aja bacanya.
My friend : Ya kalo laki2 yang baik, insya Allah gak bakal ada pikiran kyk gitu. Kalau kamu percaya dia baik, kenapa ragu?
Aku : *speechless dulu*
Jadi.. Nggak semua cowok bakal menilai jelek cewek yang mengungkapkan perasaannya ?
Baru kali ini aku dapat jawaban itu dari cowok juga.
Mungkin dia emang nggak tahu kalau aku suka sama dia. Apa aku ungkapin aja? Apa aku kasih tahu ke dia kalau aku suka? Gimana kalau dia ilfeel? Dari gaya bales dia waktu terakhir aku sengaja chat, dia biasa aja. Aku nggak tau apa yang ada di pikiran dia setelah ..aku kira kita akan berteman. Bukan cuma saling kenal. Tapi ternyata aku bahkan jadi merasa kita nggak saling kenal ..
Terus? Kalau dia udah tahu, kamu mau apa? Nggak ada, sih. Tapi mungkin ..seenggaknya dia tahu dan ..udah itu aja. Aku udah nggak berharap dia suka juga sama aku karena aku udah hopeless. 
Sampai aku nulis ini aku masih bingung mau gimana bilang ke dia kalau aku suka. Aku udah siap sih sama apa yang bakal terjadi setelah itu. Tapi sampai sekarang aku masih memendam niatku. 
Kata temanku yang ga mau aku sebut namanya bisi terkenal, laki-laki yang baik ga akan nilai cewek itu gampang hanya karena dia ngungkapin perasaannya. Benarkah? Bagaimana aku tahu dia baik atau nggak? Setelah aku mengungkapkan perasaan? Jadi?

Thursday, 3 July 2014

cerita pagi ini


Halo. Saat ini aku sedang ada di kantor. Kau tahu, kadang aku suka ngga ngerti sama orang-orang. Aku juga orang jadi berarti kadang aku ngga ngerti sama diri aku sendiri.
Jujur aku itu orangnya mudah tersinggung. Tapi tiap kali aku merasa tersinggung atau sakit hati sama perkataan orang-orang, aku diam. Apa yang orang-orang bicarakan sering aku dengar dengan hati. Seperti tadi itu. Mungkin maksud mereka memang bukan menyindir atau apa tapi aku yang mendengarnya jadi merasa hmm.. no comment.
Kata-kata seperti apa?
Sebenarnya hanya percakapan sederhana yang mau nggak mau aku pasti dengar karena posisi duduk aku yang pasti mendengar apa yang dibicarakan meskipun aku nggak ikut-ikutan karena
A
B
AKU

Begitulah posisi duduknya. Dan tempat kita ini ngga pake sekat kaya kantor-kantor biasanya. Sekatnya ya layar monitor aja. Makanya apapun yang dibicarakan pasti terdengar.
Tapi aku jadi belajar bagaimana cara beradaptasi dengan orang-orang yang berbeda usia dan berbeda karakter. Sebenarnya dari waktu kita sekolah juga kita sudah belajar beradaptasi dengan hal-hal seperti itu. Tapi, dunia kerja nggak se-sederhana itu, guys.
Ini memang pengalaman pertama aku kerja. Baiklah, aku memang belum berpengalaman dalam hal apapun. Semuanya dari nol. Aku diterima bekerja di sebuah perusahaan perseorangan di Bandung. Sebenarnya aku agak tidak percaya akan diterima beekerja karena ijazah yang aku punya adalah ijazah SMA. Sejauh ini, aku mencari pekerjaan, kebanyakan syaratnya adalah pendidikan minimal d3 atau s1. Hal itu yang membuatku menyerah sebelum berperang. Niat untuk memasukan surat lamaran pekerjaan sirna begitu saja setelah melihat syarat pendidikan minimal itu.
Singkat cerita, aku mulai bekerja dan apa pertanyaan pertama setelah berkenalan dengan orang-orang yang akan menjadi rekan kerjaku?
Lulusan mana?
Aku menjawab dan setelah itu tentu saja aku bertanya balik. Okay, mereka ternyata sudah mengenyam pendidikan lebih lama dariku. Ada yang d3, juga s1. Aku harap meskipun aku lulusan SMA, aku tidak dipandang sebelah mata oleh mereka karena aku akan berusaha untuk bekerja dengan kemampuanku yang mudah-mudahan bisa sama seperti mereka yang “bergelar”. You know, skill.
Pernah suatu hari A tiba-tiba monolog dan tentu saja aku dengar. “Percuma sekarang mah s1 tuh nggak dihargain.” Deg- aku langsung tersindiri dong. Secara di ruangan itu hanya aku yang nggak “bergelar”. Dalam hati aku berpikir, kenapa A bicara seperti itu?
Setelah berpikir, mungkin A merasa  tidak adil karena gaji yang diterima aku dan A itu sama. Padahal A sudah s1 dan aku baru masuk kerja. Kebetulan A bekerja satu bulan lebih dulu sebelum aku masuk.  Sejak saat itu A jadi agak sewot padaku. Entah mungkin hanya perasaanku saja. Aku mencoba bertahan dan tetap bersikap baik. Kalau bahasa kerennya itu keep calm.hahaha. Berpura-pura tdak mendengar sindiran A yang entah ditujukan pada siapa. Mungkin A hanya mengungkapkan rasa kecewanya. Kecewa karena dia yang sudah sekolah empat tahun dan mengeluarkan biaya nggak sedikit akhirnya gajinya sama kaya yang sekolah SMA. Mungkin kalau aku di posisi A aku akan merasakan “ketidakadilan” itu.
Mungkin aku hanya beruntung bisa bekerja di tempat yang gajinya tidak dibedakan oleh nama belakang. (read: gelar)
Tapi, hal itu tidak membuatku merasa puas dengan tidak kuliah lagi. Karena seandaianya bisa memilih, aku aku akan memilih kuliah. Kalau  ada yang gbertanya “bukannya waktu itu udah kuliah? Di PTN lagi.” Ya, memang. Tapi aku punya alasan buat resign dari sana. Bukan karena aku nggak bersyukur udah di biayain, udah dikasih fasilitas segala macam GRATIS. Tapi ada hal-hal yang aku nggak bisa terima dan aku nggak bisa ikutin aturan di sana. Jadi aku memutuskan untuk resign dan menerima segala resikonya.  Aku sudah siap dibenci atau dicap sebagai anak yang tidak tahu diuntung. Meskipun sebenarnya aku tidak mau dicap begitu tapi mereka pasti akan seperti itu. Sebenarnya aku sudah tidak ingin membahas ini tapi kau tahu, kita nggak akan pernah bisa lepas dari masa lalu. Dan masa itu bagiku adalah masa yang paling menyakitkan. Baru kali itu aku merasakan sakit hati yang teramat sakit dan membuatku trauma kaarena kata-kata yang mereka ucapkan. Karena aku punya alasan dan mereka tidak akan mau menegrti alasan itu karena mereka yang punya uang dan mereka selalu benar. Jadi, aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari perkuliahan itu. So complicated.
Alhamdulillah doaku untuk bisa kuliah lagi akhirnya terkabul. Meskipun aku harus mengorbankan waktu yang seharusnya aku gunakan untuk istirahat menjadi untuk belajar tapi aku tidak peduli. Karena aku berharap setelah aku lulus aku bisa melamar kerja ke tempat yang lebih baik.
Dan pembicaraan yang –terpaksa- aku dengar pagi ini adalah percakapan antara A dan B yang intinya mereka berpendapat “Ah, sekarang mah kuliah juga sama aja gajinya mah.” “Ah, da kuliah di jurusan mana juga nanti akhirnya mah kerjanya di mana.. sok tara nyambung.”
Kau tahu, saat ini aku sedang kuliah dan aku mendengar jelas percakapan itu.  Dan aku yakin A dan B tahu kalau aku mendengarnya. Aku tidak berkomentar. Secara tidak langsung seolah-olah pembicaraan itu ditujukan padaku yang kasarnya “buat apa sih kuliah lagi. Percuma.”
Percuma? Percuma karena gajinya akan sama dengan yang lulusan SMA?
Aku tidak peduli. Karena aku yakin kalau kita berusaha kita akan mendapatkan yang lebih baik. Ya, lebih baik dari ini. Lagi pula aku tidak akan selamanya bekerja di sini. Jadi intinya aku harus bisa membuktikan kalau kita usaha kita akan bisa mendapatkan yang lebih. Sudahlah, jangan dengarkan apa kata A dan B. Lagi pula rejeki itu sudah ada yang atur, tinggal bagaimana kita berusaha dan berdoa. Dan pelajaran lagi untukku adalah, jangan sampai ketika suatu hari aku punya gelar, aku jadi seperti A. Aku nggak akan seperti itu. Aku janji. Sudahlah,  mereka tidak akan pernah tahu rasanya jadi diriku dan aku juga tidak akan pernah mau jadi mereka. Anggap saja ini salah satu ujianuntukku agar aku kuat menghadapi berbagai macam orang.Kamu kuat, sa.
Dan aku suka banget sama  tulisan kak aldi tentang stereotioe negative terhadap yang bergelar. Baca, deh :)

Close Your Eyes and Feel The Air


Sunday, 29 June 2014

Ramadhan 1

Keinginanku di ramadhan tahun ini adalah puasa hari pertama dan terakhir di rumah bersama mami, papi, dan ihsan.
Dan hari pertama itu adalah hari ini. Aku sangat senang dan bersyukur bisa mewujudkan keinginan sederhana ini. Allah mengabulkan doaku, Alhamdulillah :) setelah satu hari sebelumnya, Jumat sore, aku menerjang macet dan bela-belain naik bis ekonomi demi untuk bisa pulang. Banyak orang yang sudah wanti-wanti ke aku kalau aku tetap nekad untuk pulang pasti akan terjebak macet. Tapi aku tidak peduli karena semacet-macetnya jalanan, pasti akan maju juga, kan?
Biasanya, aku naik bis AC, tapi ketika aku sampai di terminal Leuwi Panjang, aku kaget karena melihat barisan bis jurusan Cianjur-Sukabumi kosong! What is that!! Udah banyak yang antri sambil menunggu harap-harap cemas bus kelas bisnis yang orang-orang dan aku harapkan tak kunjung datang apalah arti aku menunggu bila kamu ~
aku bingung. antara mau nyaman bisa tidur di bis AC tapi lama atau cepat tapi kurang nyaman. Nah, pilihan yang sangat dilema banget nggak, sih? biasa aja, ya? hehe..
akhirnya aku memutuskan untuk naik bis yang ada aja. dan adanya bis kelas ekonomi dengan angin gelebugnya. ngak akan aku sebutkan nama bisnya ah.hahaha
sebenarnya aku ngga apa-apa sih naik bis ini tapi kadang aku males juga naik bis ini aku suka gabisa tidur. zzz
yagitudeh, untungnya aku duduk dekat jendela dan di sebelahku itu perempuan jadi aku nggak harus menghirup asap rokok dengan terpaksa. aku benci rokok. aku sangat amat tidak suka rokok apapun alasannya. seganteng-gantengnya cowo, kalau aku lihat dia ngerokok, udah deh gantengnya hilang lang lang lang, tanpa kecuali. so, kalau mau bikin aku ilfeel? just smoke in front of me.
so far bukan meng-intimidasi atau gimana, aku juga punya teman yang perokok, tapi mereka tahu diri. nggak pernah merokok dekat2 aku. dan aku anggap itu sebagai empati mereka. dan aku menghargai itu.
dan aku juga nggak suka kalau harus duduk dekat cowo yang agak weird gitu malesin banget. risih tau nggak. kalau sama teman yang aku kenal sih aku biasa aja. lah ini cowo yang entah datang dari mana mau ke mana.. kalau wangi dan ketje sih gppa ya.hehehe. kalau agak-agak ... hmm no comment ah apalagi kalau udah suka sered2 minta di tendang tau ga.
back to the topic! you know, I think this is the worst traffic jam ever!
bayangkan aja ya kalau kebayang . Bandung-Cipanas biasa selambat-lambatnya bisa ditempuh selama 3 jam dengan kecepatan bis. sekarang sampai 5 jam. OH MY LIFE! :v
selama perjalanan aku sms-an aja sama teman-teman aku dan yang ngewaro cuma wianne carima yeii:) jadi aku nggak jenuh di mobil. kita random sih tapi aku senang aja. duhh lagi ga mood nulis jadi gini nihh padahal udah niat mau cerita sesuatu padahal :( maaf ya

Dua Puluh Tahun

Tenang, kali ini kita tidak akan bertemu aku 20 tahun lalu. Haha. Dua puluh tahun adalah alasanku 'menolak' orang yang pertama kali ...