Thursday, 13 August 2015

Second Week in August [Part 1]



Sabtu, 8 Agustus 2015
untuk kesekian kalinya aku mengikuti kata hati, membiarkan diriku mengikuti kemana kakiku melangkah: travel shelter. Asik bahasanya travel shelter. HAHAHA. #ngarang
Setelah pulang kerja, aku bergegas pulang ke kost-an. Entah kenapa jalanan sore ini penuh dengan kendaraan. Macetnya dimulai dari keluar kantor sampai kost-an. “Macet apaan sih,nih?” Aku mulai menggerutu dibalik masker yang menutupi sebagian wajahku. Oh iya, weekend.
Rencanaku untuk bisa berangkat ke Jakarta sekitar pukul lima sore gagal karena kenyataannya aku baru sampai kost-an pukul lima kurang lima menit.  Sesampainya di kost-an aku langsung memasukkan barang-barang ke dalam tas ransel. Aku tidak sempat makan dan istirahat untuk mengejar waktu. Aku rasa aku sudah memecahkan rekor “packing tercepat” karena tidak sampai sepuluh menit aku sudah siap gendong tas ransel. Wow! Aku biasanya kalau packing bisa sampai satu jam sendiri, loh. Bengong depan lemari sambil bingung mau bawa baju apa(?)
Terima kasih kepada adikku yang sudah mensponsori kakaknya untuk mengarungi jarak dan waktu. #hazeg.  Dia yang mengantarkanku ke travel shelter sehingga aku bisa mengejar travel yang berangkat sekitar pukul 18.00 waktu Indonesia Bandung. Kalian tahu ngaret dan macetnya Bandung, kan? Iya, gitu.
Masih ada rasa greget kaya “kalau aja tadi berangkat jam lima. Mungkin sekarang aku sudah di tol.”
Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya. Seseorang yang menjadi jawaban dari beberapa pertanyaan: kenapa?
-          Kenapa aku bergegas pulang sore ini? Karena AKU.
-          Kenapa aku pergi ke travel dan menunggu keberangkatan tujuan Jakarta? Karena KANGEN.
-          Kenapa aku bela-belain pergi ke Jakarta sepulang kerja? Karena DIA.
Keinginan untuk bertemu membuatku berada di sini.
Aku sering mendapat pertanyaan atau komentar orang-orang  yang ‘tidak begitu mengenalku’ seperti,
“Kenapa kamu yang ke sana? Bukannya dia aja yang ke sini.”
“Kok cewe yang nyamperin cowo?”
“Kok sering banget kamu yang ke sana?”
Dan bla bla bla yang intinya menganggap kalau aku (perempuan) yang pergi untuk bertemu cowonya adalah seusatu yang aneh? Cewe yang nyamperin cowo atau apalah itu like “gengsi atuh cewe yang nyamperin.” Hmm. Gengsi?
Aku sendiri nggak pernah kepikiran gengsi atau apa kalau aku yang pergi ke sana. Aku nggak mempermasalahkan hal kaya gitu. Lagian, aku juga nggak keberatan buat pergi ke sana kalau memang aku bisa. So, aku rasa hal kaya “kenapa cewe yang nyamperin cowo? Harusnya bla bla bla” nggak perlu jadi sesuatu yang apa, ya, namanya?
As long as the person whom you will meet is your boyfriend, there’s no problem, right?
Kalau nyamperin cowo orang lain baru itu aneh. Get it?
Ya intinya aku bukan tipe orang yang gengsinya sampai nembus lapisan atmosfer ketujuh. Kalau aku suka, aku bakal bilang suka. Kalau aku kangen, aku bakal bilang aku kangen. Dan kalau aku bisa, aku bakal temuin dia waktu dia lagi nggak bisa ketemu (read: ke Bandung) dan ada kesempatan. Menurut aku  kalau ada yang berpikiran gengsi kaya gitu mungkin dia nggak ikhlas sampai bisa mikir kenapa harus aku (cewe) yang nyamper.
Nggak harus selalu nunggu. Buat aku, mau ketemu di Bandung atau Jakarta atau dimana pun nggak masalah karena intinya ketemu. Lagi pula, aku senang jadi bisa jalan-jalan ke banyak  tempat. Sekalian nambah ilmu, wawasan, pengalaman, refreshing. Karena ada saatnya ketika aku  merasa aku ingin pergi yang jauh dari Bandung walalupun sebentar. Kaya get lost somewhere aja, gitu :D
Okay, cukup. Kita kembali ke cerita. Sampai mana tadi? Lupa kan. Wkwk.

Setelah lama menunggu travel yang tak kunjung datang. Apalah arti aku menunggu? #malahNyanyi
Aku kebagian duduk di dekat pintu jadi asik bisa lihat pemandangan malam. Sudah menjadi kebiasaan kalau di perjalanan aku nggak pernah bisa tidur lama. Apalagi kalau udah lewat rest area. Pasti kebangun-bangun dan berharap cepat sampai. Kalau di Indonesia ada lomba macet-macetan, aku rasa Jakarta akan jadi juara 1 dan Bandung juara 2-nya. Huhuhu sedih.
                Akhirnya, sektelah kira-kira menempuh perjalanan selama 3,5 jam aku sampai di Jakarta. Nggak lama, seorang yang aku tunggu datang menjemput. Aku senang sekali! Rasanya pengen lari waktu tahu kalau dia udah ada di depan #mulai. Malam ini aku senang. Berada di kota ini untuk kesekian kalinya, melihat pemandangan malam yang aku suka dan yang paling penting adalah sama dia. ^^
                “Kamu udah makan?” adalah pertanyan yang aku tunggu karena aku lapar. Hehe.
Aku kembali menikmati pemandangan jalan sampai akhirnya berhenti di sebuah tempat yang jualan makanan. Kita makan sate ayam yang ada di dekat pinggir jalan, di depan sebuah kantor majalah yang sering diceritakan. Asap dari bakaran sate menghiasi udara disekitar tempat itu. (Lagi senang, asap sate aja dibilang menghiasi)wakakak XD. 
Meskipun bintang tidak menampakkan cahayanya di langit Jakarta, tapi malam ini indah banget. Rasanya aku menemukan kekuatanku kembali!
Kau tahu apa? Aku bahkan tidak merasakan lelah setelah menempuh perjalanan dari Bandung ke Jakarta hari ini.
:)

Saturday, 1 August 2015

Halo, Agustus!

Halo, Agustus!
Apa kabar? Sudah lama tidak berjumpa.
Aku masih ingat banget tahun lalau apa aja yang terjadi di bulan ini. Mimpi, doa, dan usaha aku jadi nyata: adik aku bisa kuliah. :)
rasanya baru kemarin aku bolak-balik ke kampus dia supaya dia bisa kuliah. Rasanya baru kemarin aku bolak-balik antar jemput dan bantu cari perlengkapan buat tugas ospeknya. Time flies.. Sekarang adik aku memasuki tahun keduanya sebagai mahasiswa. Semangat!!!

Kalau boleh, bisa nggak aku kembali ke bulan Juli lagi? Hehhehehehe. #LiburnyaKurang
Aku nggak tahu apa yang bakal terjadi tiga puluh hari ke depan. Aku cuma harap aku bisa pergi dari tempat kerja aku sekarang.. Udah itu aja.
Welcome ya! Bantu aku mengisi bulanmu dengan kebahagiaan....

I'm ready to face every single mystery on your days, August ......

Eh, salah, ya?
Hehehe.. *peace*

Thursday, 16 July 2015

Indahnya Mudik Bersama(mu)

Hahahaii!
Judul postingnya kaya apaaa gitu, ya (?) hehehe.
Habis emang indah. Gimana, dong?
Ada satu yang membuat ramadhan dan mudik kali ini berbeda dan tentunya jadi lebih indah. #ehem
Namanya Aldi :) 
Iya, kak Aldi.
Jadi kemarin adalah hari terakhir aku kerja sebelum libur lebaran dan sore itu juga aku pulang.
Aku senang sekali. Senang sekali. Senang sekaaali -malah nyanyi- waktu kakak jemput aku pulang. Aku bersyukur banget kaya "maka nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?" gitu.
Banyak mimpi dan doa aku yang Allah kabulkan lewat kakak. Aku jadi suka terharu dan kadang nggak percaya kalau mimpi aku bakal jadi kenyataan :')
Aku bersyukur banget bisa ketemu kakak sampai sekarang. #yha #baper hehe.

Singkat cerita, sekitar jam setengah empat sore aku pulang. Kakak sudah sampai Bandung dari jam setengah tiga, jadi pas aku pulang kita langsung caw ke BEC #Lah
Kampung lo di BEC, sa? 
Haha. Ya bukanlaah helow. Pengen aja mampir pacaran dulu ke BEC.. wee:P
Habis itu kita pulang. Jalanan udah macet banget penuh sama kendaraan yang aku yakin kebanyakan dari mereka punya tujuan yang sama: pulang.
Tapi mudik kali ini mau macet kaya apa juga nggak kerasa, sih. Seneng aja gitu bawaannya.
Ya elu nggak kerasa orang cuma duduk, saa. Sa..
peace (nn)v 
Kita sempat berhenti dulu untuk solat ashar di sebuah masjid di daerah mana tuh ya yang arah mau ke   Cimareme. Masjidnya nyaman banget jadi rasa lelah selama perjalanan hilang begitu saja (kaya yang  udah jalan jauh aja). Yuk, perjalanan masih panjang!
Masih macet aja tapi nggak apa-apa. ((Nggak apa-apa)) 
Adzan magrib sudah terdengar, kebetulan banget ada alfamart jadi kita mampir dulu buat beli minuman. Aku ambil teh kotak sama nata de coco. Kak Aldi ambil teh pucuk sama nescafe kopi rasa vanila yang ternyata enak yah geuningan kopi teh. (Kopi apa teh -__- #sundaDetected)
Waktu lagi antri mau bayar, aku lihat orang lagi seduh pop mie di tempat yang disediakan.
"Kak, kayaknya pop mie enak."
"Jangan ah, lama."
"....." *masih liatin pop mie*
"Kamu mau?"
"Mau." *ngangguk*
"Yaudah ambil satu."
yay! *ala keenan*
Nggak tau kenapa aku seneng banget waktu bikin pop mie itu. Pengen ng-jump jump jump tapi takut ditinggalin. Haha. Mungkin karena aku jarang banget bikin pop mie. Kapan terakhir kali aku makan pop mie aja aku nggak ingat. 
Kita makan pop mie di lantai anak tangga depan alfamart karena bangku yang disediakan sudah penuh sama orang-orang yang juga lagi buka puasa.
sore menjelang malam itu.. Satu dari sekian moment yang bikin aku senang sekali doraemon! Sederhana, sih, makan pop mie sama kak Aldi di lantai anak tangga depan alfamart.
Tapi rasanya kita aku kaya lagi ada di Korea, shooting film Hello Stranger kaya gini :

Bedanya cuma di background-nya aja sih, ya. HAHAHAHA
Kalau mereka di Korea, kita di alfamart (?)
Yah, begitulah. Pop mie ajaib itu membuatku merasa sedang ada di Korea sesaat. Hihi
Setelah aku menghabiskan pop mie-nya, (di detik2 terakhir aku kaya minum mecin, sih) kita melanjutkan perjalanan. Yoooosh!!
sampai akhirnya menemukan pom bensin yg ada mushola. Kita berhenti lagi untuk solat magrib.
Mudik kali ini banyak berhentinya tapi aku senang. 
Alhamdulillah cuaca juga bagus, nggak hujan kaya tahun lalu. 
Tahu, kan? Kalau aku lagi senang, aku suka lihat langit. Kemarin malam juga begitu. Aku lihat langut dan whoaaaaa bagus banget banyak bintang! Karena aku lihatnya pas motor lagi jalan, jadi bintang-bintang itu seperti jalan ngikutin aku lucu banget bagusss. Wiii! Kalau nggak pegal mungkin aku bakal terus lihat ke langit.
"Kakak, lihat ke atas deh langitnya bagus."
"Gimana mau lihat, nanti nabrak"
Iya juga, ya .__.
Aku coba lihat ke langit sekali lagi sambil memejamkan mata. (Lihat sambil merem gimana sih, sa)
Merasakan angin, terus coba buka mata lagi lihat bintang. Rasanya indah banget.. Terima kasih ^^,
Alhamdulillah, akhirnya kita sampai tujuan dengan selamat. 
Selamat liburan. Selamat lebaran ! 









Wednesday, 8 July 2015

Hari Keempat di Bulan Juli



Bagiku, hari Sabtu kemarin adalah hari yang spesialnya melebihi martabak keju kesukaan aku. Kenapa?
Karena 24 tahun yang lalu, orang yang aku sayang dan sayang sama aku lahir. Yay! *ala keenan*
Meskipun semua rencana surprise aku gagal, tapi senyumku selalu menghiburmu. #Lah #nyambung
Bahkan yang paling gagal dari yg gagal adalah :

SALAH NULIS TANGGAL. Oh my God!!!
Pacar  macam apa yang salah nulis tanggal ulang tahun pacarnya!? Macam aku :(
Hweee T^T
Baka Saa-channnn!!
Dan yang lebih parahnya adalah aku baru sadar aku salah nulis setelah kak Aldi bilang,
“Yah, salah..”
“Apa yang salah?”
“Kok tanggal tujuh, sih?”
JENG JENG !!
Pertanyaan yang diucapkan sekali itu rasanya terus terulang-ulang di kepalaku.
Aku juga cerita ke mami tentang kesalahan nulis tanggal dan kata mami, “Ya ampun, ari Sasaaaa!” ._.
Gomenasai >,<
Ah, sudahlah itu mah rasanya kaya pengen bunuh Killua. Haha #nyalahin
Seperti yang sudah kubilang, bulan Juli itu aku ingat Killua. Tapi kenapa harus sampai nulis tanggal lahir Killua!? KENAPA!?
Jangan salah paham, Killua itu kartun. Tapi tetap  saja .. Ketika pacar ulang tahun dan kamu malah nulis tanggal lahir –cowo- kartun lain.. rasanya pasti sedih.
Ya lo bayangin aja, Sa, kalau lo ulang tahun terus dia nulis tanggalnya bukan 4 November tapi 7 November :(
Bodoh banget sih, iih!

Di hari H-nya sendiri nggak ada surprise yang berarti dari aku. Nggak ada kue sama lilin, nggak ada balon huruf atau balon gas atau apapun itu pernak-pernik ulang tahun yang sering aku lihat di akun social media orang-orang kalau seorang spesialnya ulang tahun.  Semua biasa aja.
Jujur aku merasa payah. Kaya nggak bisa ngasih dan bikin kejutan yang berkesan pas hari ulang tahunnya. Tapi bukan berarti aku jadi pasrah ‘yaudahlah’ gitu. No.
Aku mungkin memang nggak ngasih kejutan apapun di hari ulang tahun kak Aldi tapi aku ngasih waktu aku buat dia. #hazeg. Eh, serius..
Aku pernah baca entah di mana, kalau hadiah terbaik itu adalah waktu. So yeah..
Jumat, 3 Juli 2015 sekitar pukul 19.00 aku berangkat ke Jakarta. Kenapa Jumat? Karena dari awal aku ingin jadi orang pertama yang ngucapin. Aku ingin jadi orang pertama yang dilihat kak Aldi di hari ulang tahunnya. 
Seperti biasa, aku nggak pernah bisa tidur nyenyak kalau perjalanan ke Jakarta. Kadang nafsu makan juga hilang karena rasanya ingin segera sampai dan ketemu.
Aku sampai di Jakarta sekitar pukul 22.00 dan jalanan di sana masih macet banget aja nggak ngerti lagi. Selama di jalan, aku nggak merasa lapar. Tapi kenapa pas sudah sampai aku merasa lemas dan lapar sekali. Hiks. Akhirnya malam itu, kita cari makan dulu buat aku yang kelaparan. Hehe.
Aku ngidam makan soto tapi kita nggak nemu yang jualan soto, adanya sate sama nasi goreng. Yaah..
Hingga kita menemukan warteg yang jualan sop ayam panas dan minum tea hangat. Hmmm enaknyaaaa nggak ngerti lagi rasanya seperti aku menemukan kekuatanku kembali.
Suasana malam jalan di Jakarta memang tidak sama dengan di Bandung. Tapi, kalau sama kak Aldi aku merasa nyaman di kota metropolitan itu.
Sudah tanggal 4 Juli, pukul 00.01 .Bukannya langsung ngucapin aku malah tidur(an). Bingung mau gimana ngucapinnya deg-degann #yaampun. Sampai kak Aldi bilang, “udah tanggal empat looh..”
Tapi aku malah pura-pura bobo. #baka
Aku menunggu waktu yang pas buat diam-diam nyimpen kado di bawah bantalnya. Dan saat itu tiba waktu kak Aldi ke kamar mandi. Aku langsung gerak cepat dan kembali (pura-pura) tidur.
Kejutan kecil kan menemukan kado di bawah bantal. Hihihiii.
4 Juli 2015. Aku sengaja set status busy di bbm dan matiin hp. Aku nggak mau orang-orang ganggu waktu aku sama kak Aldi.
Ulang tahun kakak kali ini mungkin memang tidak ada yang special, tapi buat aku bisa sama-sama seharian. Sahur bareng bertiga sambil nonton tv (aku  Jalan-jalan sambil lihat pemandangan Jakarta. Terjebak macet, foto-foto yang banyak, buka puasa bareng, keliling-keliling sampai malam. Pokoknya semua berkesan! Aku senaaaaaang banget (jadi ini siapa yang ulang tahun?). kakak juga, kan?
I love you ,  
your 4 July is my 4ever

Wednesday, 1 July 2015

July Julove

Halo, bulan Juli !!
Mau tahu hal pertama yang selalu muncul dipikiranku kalau sudah bulan Juli?



Killuaaaa !!!
Yap. Bulan Juli adalah bulan yang mengingatkanku pada sosok cinta pertamaku, Killua!
Anyway, ini serius, loh. Cinta pertama aku itu Killua. Aku suka sama dia dari aku kelas 4 SD. SMau tahu hal apa yang bikin aku suka sama Killua? His sight.
such a first sight gitu waktu lihat dia di TV pas kaya gini, aku langsung "deg" ..

So, yeah. Menurut majalah animonster edisi HxH, sayang majalahnya nggak dikembaliin lagi sama temanku yang waktu itu pinjam, Killua lahir tanggal 7 Juli 1993. Seumuran coyy ..
Tapi masa kata dia ...

Nah loh, mana yang benar? Mungkin dia lahir dua kali (?)
Btw, gambar dan info dia lahir 15 Juni itu aku dapat dari temanku, @mutiahahaha, waktu kita debat 'memperebutkan' Killua. HAHA. masih gue simpen aja lagi fotonya xD
Meskipun begitu, aku tetap menganggap Killua itu ulang tahunnya 7 Juli. 
Jadi, bulan Juli ini akan selalu mengingatkanku tentang dua hal: cinta pertama, dan (insya Allah) cinta terakhir aku. #ehem . Aamiin.
and what a coincidence when I know your birthday is on 4th, my favorite numb.
Selain karena cinta-cinta aku ulang tahun pada bulan yang sama.
((cinta-cinta?)) --"
Aku nggak tahu cerita  seperti apa  yang akan diberikan sama bulan Juli tahun ini
Tapi yang pasti bulan ini akan menyenangkan! Selain karena orang yang aku sayang lahir bulan ini, bulan ini juga ada hari raya idul fitri. Hari raya ini yang membuatku bisa berkumpul lebih lama sama keluarga aku dan sama kak Aldi, sama orang-orang yang aku sayang semuanya Doraemon!
dan tentu saja lebaran tahun ini akan terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena ...... hihihi
yaudah itu aja.
Hi *nyengir*

Sunday, 28 June 2015

Lulus!

Halo!
Nggak kerasa, ya, sudah satu minggu kita berpuasa.. Gimana puasanya? Lancar kaaan..
Semua tahu kalau bulan ramadhan itu bulan yang penuh berkah. 
Banyak hal yang nggak akan ada di bulan lain selain bulan ramadhan. 
Banyak berkah dan rejeki yg sadar atau nggak itu ada buat kita.
Banyak ujian yang membuat kita harus sabar menahan haus dan lapar, hawa nafsu, emosi, pokoknya semua yang jelek-jelek harus bisa kita lawan. Fight o !!
Ujian bisa datang kapan dan di mana saja tanpa kita sadari. Seperti hari ini, aku baru sadar kalau aku habis diuji setelah buka puasa.
Ceritanya sore tadi aku mau pergi ke mini market dekat kost-an untuk membeli nata de coco. Nah, di tengah perjalanan, (aku jalan kaki) ada toko baju yang sedang obral. Di sana di tulis 15.000 - 35.000. Wah, lumayan dong kalau ada baju yang bagus dengan harga segitu, ya kan? 
Jadi aku melipir dulu ke sana. HAHA. Banyak orang sibuk memilh baju yang ditumpuk di satu tempat. Ada juga baju yang digantung. Aku juga ikutan lihat-lihat. 
Ternyata baju dengan harga 15.000 itu baju anak-anak semua T^T
Nggak lama, seperti ada pakaian yang memanggilku minta dibeli gitu. Sekali melihatnya aku langsung 'klik' gitu kaya, "yaampun ini lucu banget jaketnya kaya yang aku mau. Kotak-kotak bagus banget."
Ya, jaket. Nggak tahu kenapa aku tuh suka banget sama jaket yang modelnya kaya buat jaket musim dingin gitu dan jaket yang ini tuh bagus banget dari bahan, warna, apalagi modelnya yang aku suka banget deh! 
Bahannya tebal cocok buat di Cipanas, di Bandung juga kalau aku naik motor jadi nggak keanginan tapi sayangnya ga akan bisa aku pake di Jakarta. Huhu. Tapi aku suka banget yaampunn.. Aku pikir wah, ini lagi obral pasti murah nih..
Akhirnya aku tanya, "teh, ini berapa?"
"250.."
aku yang tadinya megang jaket itu langsung lepas tangan gitu sambil, yah.. kirain 100an.
Sebenarnya 250k untuk jaket kaya gitu menurut aku normal, sih. Tapi harusnya bisa kurang lagi secara itu kan lagi obral, dan aku nemu bagian yang udah rsak gitu kancingnya ngelupas. Harusnya bisa dong kurang dari 250 (?)
aku memutuskan untuk beli nata de coco dulu sambil berpikir beli nggak, yaa. Karena masalahnya adalah uangnya ga cukup. Kalau maksain sih, cukup. Tapi nanti aku mau makan apa? Makan baju?
Huft..
Tapi pengen. Yaampunn. "Beli aja, kapan lagi coba." Setan mulai berbisik. Entah setan atau diri aku sendiri, sih. Haha
Habis beli nata de coco aku beneranlah rogoh dompet lihat ada berapa lagi uang aku. aku kumpulin recehnya dan pas 250k. aduh makin galau. Beli jangan beli jangan. yaampunnn!!!
Aku langsung telepon mami buat nanya "beli jangan? Bagus jaketnyaa."
"Ya terserah sasa, ada uangnya ya beli aja."
"Tapi habis banget kalau sasa beli."
"Ya ngga usah."
"Atuh mii beli jangan??" Haha gatau berapa kali aku nanya kaya gitu sampai pulsa habis. Dari situ aku ngerasa aku masih belum dewasa karena buat mengambil keputusan "beli jangan?" Aja sampai harus nanya mami sama papi. Please, saa.. Harusnya hal kaya gitu bisa kamu putuskan sendiri !!
Ampundeh. Tadinya aku mau cobain di fitting room terus aku foto tapi nggak jadi soalnya banyak orang antri mau coba baju.
Makin bingung dan galau aku tuh udah kaya apaan tau tadi di sana.
Aku ke toko itu lagi dan mencoba sekali lagi melihat jaket itu. Duhh pengenn. #tetep
"Teh, beneran ga bisa kurang lagi? Kalau kurang saya ambil, deh."
"Ga bisa teh.."
Damn..
"Tinggal satu loh, teh.." Benar-benar godaan setan.wkwk
Aku senyum aja dalam hati bilang BODO AMAT. (Lebih ke menguatkan diri, sih) 
Akhirnya aku pergi meski sebenarnya ingin. Eaa
Pulang. Buka puasa.
Terus aku senyum ke diri aku sendiri. "Hebat kamu, sa. Bisa nahan nafsu beli jaket tadi."
Aku baru sadar kalau keinginan beli jaket tadi itu nafsu. Ngebet banget gitu meski susah tapi aku bisa menahan nafsu aku buat nggak beli.
Yay!
Coba kalau tadi aku nekat beli. Mau makan apa besok2 !?
Tapi aku nggak beli dan aku merasa aku lulus ujian menahan hawa nafsu hari ini xD
Senangnyaaaa..
Kalau jaket itu memang 'jodoh' aku, mungkin suatu saat aku bisa beli.
Tapi kalau bukan, mungkin nanti bakal ada jaket yang lebih bagus, dan pas aku ada rejeki jadi aku bisa beli. Aamiin..
ujian belum berakhir. kuatkan dirimu!






Monday, 15 June 2015

Dua tipe orang



Jadi ingat kata salah satu dosen senior di kampusku yang pernah bilang,
Di dunia kerja ada dua tipe orang. Pertama, ada orang yang HANYA bisa bekerja untuk orang
lain. Kedua, ada orang yang TIDAK bisa bekerja untuk orang lain.”
Kemudian aku berpikir, aku termasuk tipe orang yang mana? Karena aku sendiri sebenarnya tidak ingin bekerja untuk orang lain tapi sampai sekarang aku masih bekerja untuk orang lain (read: menjadi karyawan).
Setelah aku perhatikan lingkungan kerjaku, ternyata orang yang HANYA bisa bekerja untuk orang lain itu ada, loh. Jadi dia merasa sangat nyaman (mungkin senang)  cukup dengan datang pagi-pagi, duduk di kursi, berkutat dengan data dan komputer, makan siang, membuat laporan, kemudian pulang pada sore hari. Begitu saja setiap hari yang dia lakukan bahkan tanggal merah pun dia ‘hajar’ dengan tetap bekerja full time. Dia adalah orang yang paling anti pulang cepat atau setengah hari. Tak heran jika dia menjadi orang yang sangat ‘di banggakan’ oleh bos. Mungkin dia mendapat bayaran yang sebanding dengan apa yang dia kerjakan atau mungkin juga dia sangat menyukai pekerjaannya.   There are so many possibilities, yeah who knows?
Dan setiap bos aku memujinya dan menyuruhku untuk mencontohnya, aku tidak –pernah- peduli. I was like, “Who’s care? I’m not that kind of person and I don’t want to be that kind of person. Thank you.”
Kalau ada yang bilang atau berpikir, “Sa, kamu betah ya, kerja di sana?” Percayalah, sesungguhnya aku butuh, bukan betah. Ya, alasan kenapa aku masih bertahan sampai sekarang bukan karena betah tapi karena butuh. Kalian hanya tidak tahu berapa seringnya aku berharap dan berdoa aku bisa keluar atau resign dan pergi dari tempat ini. Seberapa sering aku berharap aku bisa ke luar ‘melihat dunia’. (yah jadi tahu kan sekarang)..

Ya kalau mau keluar tinggal resign aja sih gitu aja ribet (?)
Resign atau mengundurkan diri memang tidak sulit, tapi apa kalian pernah berpikir apa yang akan terjadi jika kita resign tanpa berpikir apa yang akan kita lakukan setelahnya? Terlebih jika kalian mempunyai tanggungan biaya hidup seperti membayar kost, makan, dan biaya bulanan lainnya. Maksudku, kalau aku resign seenaknya, aku bisa saja pulang ke kampung halaman tapi bagaimana dengan adik aku? Dia mau tinggal di mana? Sekolah dia gimana? Dan hey, aku juga nggak bisa pulang begitu saja karena aku masih kuliah.

Kalau begitu coba cari kerja dulu di tempat lain, kalau sudah diterima baru resign.
Rekan kerjaku pernah bilang hal yang sama, “Jangan resign sebelum kamu dapat kerjaan pengganti. Kalau kamu belum dapat kerjaan lain tapi kamu resign, itu sama aja kaya bunuh diri,” –kecuali kamu punya cukup tabungan selama beberapa bulan ke depan tanpa harus bekerja-
Kenyataannya mencari kerja di tempat lain itu tidak semudah apa yang kita rencanakan. Butuh usaha keras dan kekuatan untuk tidak menyerah dan merasa lelah mencari pekerjaan.
                Aku sih sebenarnya tidak masalah kalau bekerja di orang lain asalkan adil. Maksudku, aku ingin bekerja di tempat yang adil dengan waktu dan pembayaran. Intinya aku ingin bekerja di tempat yang jam kerjanya Senin-Jumat. Sabtu dan tanggal merah libur. Kalau bekerja lebih dari jam tersebut ya ada uang lemburnya, gitu. Udah itu aja. Hahah loba kahayang banget ya gue. Iya.
Tapi, bukan berarti hidupku aku warnai dengan keluhan dan ketidak betahan setiap hari. Meskipun terasa, tapi aku mencoba untuk tetap bersyukur dan menjalani apa yang ada di depanku sekarang. Karena aku yakin ada saja yang bikin kita senang setiap hari diantara hal-hal yang bikin kita mumet. Dia, misalnya. hehehe #tetep

Cukup sesi curhatnya. Sekarang kembali ke bahsan awal : Di dunia kerja ada dua tipe orang. Pertama, ada orang yang HANYA bisa bekerja untuk orang lain. Kedua, ada orang yang TIDAK bisa bekerja untuk orang lain.
Tidak ada yang salah dengan ke dua tipe orang tersebut AS LONG AS they enjoy their job. Contohnya, orang yang hanya bisa bekerja untuk orang lain itu misalnya punya hobi hitung-menghitung, dia senang dengan akuntansi, membuat laporan keuangan, dia pasti bahagia karena hobinya itu dibayar. Pernah dengar, kan, istilah bahagia itu adalah hobi yang dibaya? Jadi, kalau kalian memang senang dengan pekerjaan kalian meskipun itu bekerja untuk perusahaan, ya nggak akan jadi masalah karena itu hobi kalian. Gitu.
Dan orang yang tidak bisa bekerja untuk orang lain juga pasti senang dengan apa yang ia ciptakan. Kaena dia tidak bisa/ tidak ingin bekerja untuk orang, dia akan membuka usaha bahkan lapangan pekerjaan. Ada istilah “lebih baik jadi bos di perusahaan sendiri meskipun perusahaan kecil, daripada jadi karyawan di perusahaan besar”. Kecuali menjadi karyawan di perusahaan besar adalah cita-citanya, ya. Pada akhirnya kembali ke ‘kenyamanan’ setiap orang, sih. Ada yang nyaman-nyaman aja jadi karyawan (mereka nggak masalah dengan jadwal dan kegiatan yang monoton), ada yang lebih ingin bereksplorasi sendiri dan punya usaha sendiri daripada kerja di orang. Nggak ada yang salah, nggak ada yang benar. Tapi kalau aku bisa memilih, aku ingin buka usaha sendiri.
Guys, buat kalian yang mungkin sebentar lagi akan bertemu dengan dunia kerja coba pikirkan lagi tentang pilihan kalian untuk ke depannya. Misalnya, kalau kalian ingin habis lulus melamar ke perusahaan, tanya lagi diri sendiri apa yang kalian cari di perusahaan itu (selain uang) bisa nggak perusahaan itu memberikan kalian pelajaran dan pengalaman, ilmu, bahkan kesempatan untuk pergi ke luar negeri. Gitu.
Atau kalau ingin buka usaha, mulailah berpikir usaha apa yang kalian akan jalani. Bagaimana nantinya usaha kalian akan berjalan, target konsumennya siapa, pembukuannya, bla bla bla. Nggak sedikit juga orang yang kerja dulu untuk mengumpulkan modal usaha. Ya, keduanya tentu akan membuat ilmu dan pengalaman kita bertambah dalam menjalani kehidupan. Apapun yang kalian pilih, jalanilah dengan semangat dan lakukan yang terbaik!

Dua Puluh Tahun

Tenang, kali ini kita tidak akan bertemu aku 20 tahun lalu. Haha. Dua puluh tahun adalah alasanku 'menolak' orang yang pertama kali ...